Tampilkan postingan dengan label Pemijahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemijahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 01, 2008

= :: Jumlah telur pada indukan :: =


Jumlah telur pada indukan dipengaruhi oleh :
  1. Faktor ruang telor di perut indukan betina nya.
  2. Faktor kualitas makanan, yang secara langsung mempengaruhi kualitas sperma dari indukan.
  3. Faktor kondisi kesehatan indukan.
  4. Faktor kualitas air dan lingkungan.
  5. Proses pemijahan, jika prosesnya kurang memadai maka banyak sperma yang tercecer ditempat yang kurang tepat.

Selasa, Juli 01, 2008

Proses pemijahan.

Indukan yang dipilih untuk dipijahkan harus dipelihara secara khusus agar menghasilkan telor secara terus menerus dan jumlah telor yang optimal.




Ciri indukan yang akan melakukan pemijahan sbb:
  • Induk jantan bertingkah seperti kalajengking yang ekor dan capitnya diangkat.
  • Induk betina terlihat aktif membersihkan badannya (abdomen) dengan pasangan kaki ke empat dan kelima, terutama kaki renangnya (pleopods).
  • Indukan sering berdekatan dan saling bercumbu.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pemijahan sbb:
  • Induk jantan & betina telah matang gonad.
  • Induk jantan & betina dalam kondisi prima, sehat dan atau terbebas dari virus/penyakit.
  • Capit induk jantan harus lengkap sedangkan untuk capit induk betina tidak harus lengkap (minimal 1 capit)
  • Induk jantan dan atau betina harus dari sumber berbeda, untuk mencegah terjadi inbreeding.
  • Pakan yang diberikan secara berselingan antara lain: kecambah (toge), cacing tanah, keong mas, kacang ijo.
  • Pemeriksaan serta sipon sisa pakan dan kotoran pada wadah pemijahan dilakukan setiap 2 minggu sekali.
  • Ketinggian air sekitar 30 cm dengan suhu diantara 23-30'c serta oksigen terlarut diatas 3 ppm.
  • Media sembunyi antara lain paralon,tali rapia dsb diberikan sesuai jumlah induk betina.
  • Lingkungan wadah harus dalam kondisi nyaman dan tenang.
  • Perbandingan induk jantan & betina antara lain 1 jantan X 1 betina,1 jantan X 2 betina.

Induk betina bertelor.

Tanda tanda induk betina bertelor.
LAT yang telah melakukan pemijahan dan berhasil terjadi pembuahan biasanya ditandai dengan lipatan ekor yang sampai kipas ekornya mengenai kaki kelima dan adanya busa atau foam pada badannya. Saat awal bertelur betina lebih sering terlihat diam dan berbalik seolah-olah mati, lalu setelah beberapa hari induk betina mulai melakukan aktifitas seperti biasanya dengan ekor tetap melipat.

Pemindahan induk betina yang bertelor.
Untuk menghasilkan pembuahan yang sempurna dan pertumbuhan telor yang optimal sebaiknya dipindahkan saat telor berwarna krim atau telur berumur 7 hari. Pemindahan induk betina yang bertelor dilakukan dengan sangat hati-hati, untuk mencegah perontokan telor oleh induk betina karena stress dan atau kaget. Pemindahan tsb dilakukan dengan cara memindahkan induk betina bersama tempat persembunyiannya secara perlahan-lahan diangkat dari wadah pemijahannya. Jika induk betina tidak di dalam tempat persembunyian maka harus digiring dengan hati-hati, setelah berada didalam tempat persembunyian tsb barulah induk betina bisa dipindahkan. Antara wadah pemijahan dan wadah pengeraman janganlah terlalu jauh agar memudahkan proses pemindahan.
Artikel ini dikutip dari: "budidayalobsterairtawar.com"

Kamis, Juni 19, 2008

Pemijahan

Induk jantan yang agresif serta induk betina yang telah matang gonad siap untuk melakukan proses pemijahan.
Induk betina merebahkan badannya sampai terlentang dan membuka lebar badannya lalu induk jantan menaikinya sambil mencapit kedua capit induk betina. Induk jantan mengeluarkan spermanya dan induk betina mengeluarkan indung telur ke badannya. Induk betina menutup rapat-rapat badannya dengan kipas ekornya sampai menyetuh kaki ke lima guna melakukan proses pembuahan.